17 Sep 2019 18.37.39 - Iwan

Menikmati Kesegaran Air Curug Sang Hyang Taraje

Curug-Sang-Hyang-Taraje-1

Curug Sang Hyang Taraje merupakan salah satu air terjun yang ada di daerah Garut. Curug atau air terjun Sang Hyang Taraje masih terbilang alami dan sekarang semakin dikenal sebagai salah satu tujuan wisata alam di Garut.

Curug Sanghyang memiliki ketinggian 100 meter dan menjadi idola traveler milenial untuk berswafoto. Curug ini semakin terlihat menawan karena berada di antara perbukitan yang hijau dan dua buah air terjun yang mengalir langsung bersamaan. Menariknya, curug yang kerap berkabut ini memiliki kisah mistis dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Air terjun ini dinamakan Sanghyang Taraje, karena Sanghyang merupakan sebutan kehormatan untuk dewa atau raja zaman dulu. Sedangkan Taraje dalam bahasa Sunda berarti tangga. Secara umum curug ini berarti tangga yang digunakan oleh dewa-dewa menuju kayangan.

Belakangan, curug ini sedang hits di kalangan traveler milenial. Tidak sedikit dari mereka datang ke sini untuk menikmati suasana alam pegunungan yang sejuk sammbil berselfie ria. Curug Sanghyang Taraje berada di aliran Sungai Cibatarua, salah satu anak Sungai Cikandang yang bermuara ke Samudera Hindia.

Curug-Sang-Hyang-Taraje-2

Menurut legenda setempat, di dekat air terjun ini terdapat sebuah batu berbentuk tapak raksasa yang konon itu adalah tapak Sangkuriang. Tapi, jarang sekali orang yang dapat menemuinya. Sedangkan batu yang ada di bawah tepat air terjun menurut masyarakat setempat dipercaya sebagai tempat penyimpanan bintang (harta karun) Sangkuriang yang dijaga oleh belut raksasa.

Curug Sang hyang taraje terletak kurang lebih 50 KM dari kota Garut. Tepatnya ada di wilayah kecamatan Pamulihan, desa Pakenjeng. Seperti umumnya daerah Garut selatan, tempatnya berbukit-bukit dan masih alami banget.

Harga tiket masuk ke air terjun ini cukup murah, hanya Rp 6000 rupiah saja untuk 1 orang. Tapi kebiasaan tempat wisata di Garut, kemungkinan besar harga tiket masuk bakal lebih mahal kalau kita datang pas libur panjang atau libur hari raya. Jadi kalau datang saat long weekend atau libur hari raya, siap-siap aja untuk bayar tiket sedikit lebih mahal ya. Biasanya kalau hari libur pengunjung lumayan banyak. Biarpun tempatnya cukup jauh, tetap jadi tujuan pengunjung lokal ataupun luar kota.*