13 Sep 2019 21.12.40 - Iwan

Curug Cibereum, Air Terjun Legenda Para Pendaki Gunung Pangrango

Curug-Cibereum-1

Curug Cibeureum adalah salah satu wisata alam yang terletak di bawah kaki Gunung Gede Pangrongo. Jika kamu hendak mendaki Gede Pangrango melalui jalur Cibodas pasti melalui jalur menuju Curug Cibeureum ini.

Air terjun ini sudah sangat populer, terutama di kalangan pendaki gunung Gede maupun Pangrango. Karena lokasinya berada di tengah jalur pendakian pada ketinggian 1.625 mdpl. Jalur tersebut memiliki rentang periode tutup sementara tiap tahunnya untuk konservasi hutan. Namun, jika tujuannya hanya sampai ke Curug Cibeureum, wisatawan tetap diperbolehkan masuk.

Meskipun ketinggiannya hanya 40 meter, aliran air Curug Ciberueum memiliki karakteristik cukup deras. Ditambah jernihnya air yang mengalir dan segarnya udara sekitar, membuat wisatawan betah berlama-lama. Di tempat yang sama terdapat dua air terjun lainnya yaitu Curug Cidendeng dan Curug Cikundul.

Curug ini masih sangat asri, jalan yg menanjak, lebatnya pohon, dan suara kicauan burung. Menurut mitos yang berkembang, curug tersebut dipercaya dapat memudahkan orang dalam mencari pasangan.

Wisatawan akan menempuh perjalanan berjalan kaki dari pintu masuk kawasan Taman Nasional Gede Pangrango. Selama treking, akan ditemui beberapa titik menarik. Seperti Telaga Biru, jembatan panjang Rawa Panyancangan, dan persimpangan jalur pendakian.

Untuk sampai ke lokasi ini, dari pintu masuk kamu harus menyusuri jalan menanjak dan berbatu sekitar 3 km. Namun, selama perjalanan sekitar 1,5 jam tersebut kamu akan disuguhkan pemandangan asri. Wisatawan akan melintasi pepohonan hutan hujan tropis pegunungan dataran tinggi di kiri-kanan jalan.

Beberapa hewan liar dapat ditemui selama treking. Mulai dari kera hitam, hingga burung yang ramai berkicau menemani perjalanan. Udaranya sangat segar dan suasananya pun alami.

Curug-Cibereum-2

Setelah sekitar 1,5 km perjalanan dari pintu masuk, kamu dapat beristirahat. Karena jalurnya mulai mendatar dengan bonus pemandangan yang indah. Di sini kamu akan menemui sebuah danau yang diberi nama Telaga Biru.

Pantulan cahaya membuat airnya terlihat kebiruan. Tempat ini menjadi salah satu spot swafoto wisatawan Curug Cibeureum. Pengelola pun telah membangun saung untuk beristirahat di beberapa titiknya.

Curug-Cibereum-3

Melanjutkan perjalanan, kamu akan melewati sebuah jembatan panjang. Jembatan beton tersebut melintasi Rawa Panyancangan yang juga menjadi spot selfie menarik.

Dikelilingi pepohonan hutan belantara, membuat pemandangan jembatan ini indah sebagai latar foto. Jika cuaca cerah, panorama Gunung Gede akan menambah keindahan panoramanya.

Saat perjalanan melewati banyak pendaki beristirahat, maka wisatawan telah sampai di pertigaan Panyancangan. Lokasi ini merupakan salah satu pos pendakian jalur menuju puncak Gunung Gede-Pangrango.

Di pos itu jalan mulai bercabang terpisah. Untuk menuju Curug Cibeureum, wisatawan harus memilih jalan lurus dan agak menurun. Perjalanan sekitar 300 meter lagi dan mulai terdengar aliran air sungai dari air terjun ini.

Curug Cibeureum merupakan air terjun alami dengan hutan lindung mengelilinginya. Lokasi tersebut mempunyai 3 curug dan yang utama bernama Curug Cibeureum. Kemudian Curug Cidendeng dan Curug Cikundul di sisi barat. Dari ketiganya, hanya air terjun iniyang jadi favorit para wisatawan untuk berfoto ria.

Air terjun ini memiliki limpahan air yang indah, tinggi, dan besar. Curug ini merupakan air terjun tertinggi yang dapat dikunjungi wisatawan dalam kawasan konservasi TNGP.*