17 Mar 2019 19.06.32 - Aditya Y Pradhana

Cicerem, Danau Biru Indah Pembawa Berkah

danau cicereum

Kuningan – Berada diantara rindangnya pepohonan dan berundaknya bebatuan berukuran besar memajang sebuah pemandangan sangat alami, terhampar dengan kemilau biru bening warna airnya, sehingga orang-orang menyebut danau atau situ yang aslinya bernama Cicerem ini ‘Danau Biru’ dan diperkenalkan oleh orang-orang yang sempat melancong ke tempat ini dengan nama Blue Lake Cicerem.

Tidak begitu luas, namun area ini terasa padat dengan wujud indah, dalam keunikan danau berkedalaman kurang lebih 5 meter, dengan warna berbeda dari yang lain, tanpa ada kecoklatan dari lumpur atau tanah yang terhampar hanya biru, berhias ikan warna-warni sebagai penghuninya.

Hawa sejuk menyeruak tatkala memasuki pelataran pinggir danau, maklum berada tepat di kaki gunung Ciremai, juga dalam lingkungan Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan yang terletak di ketinggian antara 280 sampai 315 meter di atas permukaan laut, dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 19 °C sampai dengan 28 °C, dimana paling tinggi antara bulan Juni dan September.

Obyek wisata ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala, bahkan konon menurut cerita warga setempat, disini sempat dipakai berkumpulnya para Wali (Wali Songo), mungkin sama lamanya dengan obyek wisata yang letaknya tak jauh dari Cicerem yakni Talaga Remis. Namun mulai dikenal luas, diperkirakan setelah dibangunnya senderan saluran di danau tersebut pada tahun 2010 oleh Bupati Kuningan saat itu, H. Aang Hamid Suganda.

Diperoleh keterangan dari Kepala Desa Kaduela Yayat Suyatna, jika akses menuju Cicerem bisa dikatakan lebih dekat dari Cirebon ketimbang dari pusat Kota Kuningan, mengingat Desa Kaduela tempat danau ini berada merupakan wilayah pembatas kabupaten, di sebelah utara berbatasan dengan Desa Mandala Cirebon, begitu juga di barat yang berbatasan dengan Desa Cikalahang Kabupaten Cirebon.

“Bila dari pusat Kota Kuningan, jarak yang harus ditempuh sekitar 32 kilo meter, sedangkan dari ibu kota kecamatan, yakni Pasawahan sekitar 2 km. Namun jangan khawatir, akses jalan yang dilalui kondisinya baik, dengan patokan utama mengambil jalan yang tepat berada di samping kantor Polsek Pasawahan, tinggal lurus maka sampailah ke Cicerem,” terang Yayat.

Dituturkan Yayat, jaringan jalur jalan yang menghubungkan Ibu Kota Kecamatan Pasawahan dengan Desa Kaduela dan jalur jalan yang menghubungkan dengan wilayah desa yang termasuk Kabupaten Cirebon merupakan jalan utama bagi perekonomian Masyarakat Desa Kaduela melalui dua obyek wisata yaitu Cicerem dan Talaga Remis.

Disamping itu, kata Yayat, selain mata air yang terdapat di dua telaga tadi, masih terdapat 6 titik mata air lainnya, yang kesemuanya dipergunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti air minum, irigasi dan perikanan, juga ada pula yang disalurkan ke PDAM Kabupaten Cirebon, industri air mineral, serta penyaluran air ke pabrik semen Palimanan.

Jadi, keberadaan titik titik mata air menurut Yayat, merupakan berkah buat masyarakat Desa Kaduela, terutama yang menjadi obyek wisata merupakan sumber pendapatan desa yang wajib dijaga dan dipelihara dengan baik, “Dan kami melakukannya melalui cara mempertahankan kecantikan dan keasrian obyek tersebut, ditambah kesantunan masyarakat desa yang akan senantiasa menyambut kehadiran para wisatawan dengan segala keramahan yang sudah mentradisi di kampung kami,” tuturnya. (Yud’s)