13 Agu 2019 21.13.33 - Iwan

Waduk Darma, Wisata Kebanggaan Kuningan

Waduk-Darma--3

Kabupaten Kuningan, tidak hanya memiliki pesona  Gunung Ciremai atau Gedung Perjanjian Linggarjati. Di sini juga, kamu bisa menjumpai  destinasi wisata Waduk Darma. Waduk Darma merupakan waduk kebanggaan warga Kuningan.

Lokasinya berada di sebelah barat daya dari Kota Kuningan. Tepatnya di Desa Jagara, Kecamatan Darma, dan terletak pada lintasan Jalan Raya Cirebon-Kuningan-Ciamis.

Posisi ini menjadikan Waduk Darma cukup strategis sebagai tempat persinggahan yang menyenangkan bagi para pejalan dan pelancong sambil minum kopi di warung sekitar.

Pada sisi kiri Waduk Darma Kuningan, kamu akan menjumpai sebuah sampan mengambang di atas permukaan air, tanpa penumpang, tanpa ada tukang perahunya pula. Di latar belakang adalah tanggul keliling Waduk Darma dengan beberapa rupiah berdiri di dekat tepiannya. Sejumlah perahu juga ditambat di tepian tanggul itu.

Sementara di sebelah kanan akan terlihat sebuah pulau di tengah Waduk Darma yang bernama Munjul Goong. Pulau itu terlihat rimbun dengan pepohonan. Ada pula 'pulau' lain berukuran lebih kecil di sebelahnya. Karamba-karamba ikan cukup banyak dijumpai di sekitar tempat itu.

Waduk-Darma--1

Waduk Darma mempunyai volume air kurang lebih 39.000.000.000 m3, dan luas area sekitar 425 hektare. Keindahan dari Waduk Darma semakin lengkap karena dikelilingi oleh hamparan alam pegunungan yang asri dan sejuk.

Hampir setiap hari, terutama pada hari libur, banyak sekali pengunjung dari berbagai daerah menghabiskan waktunya di Waduk Darma. Waduk Darma di kenal sebagai danau yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Momen paling indah di lokasi tersebut yaitu pada saat senja, di sana juga disediakan tempat bersantai seperti area kemping, Cottage, kolam renang khusus anak-anak dan perahu motor. kamu juga dapat berkeliling mengitari wilayah danau dengan menggunakan perahu kecil bernama Munjul Goong.

Di sini juga terdapat sarana permainan anak, penginapan, hingga olahraga luar ruangan seperti flying fox. Bagi warga Kuningan atau Majalengka, Waduk Darma merupakan "pantai" karena kedua daerah ini berada di bagian tengah, atau tak memiliki laut.

Waduk-Darma--2

Konon, tujuan dibangunnya bendungan atau waduk ini adalah untuk tempat bermain putranya, Pangeran Gencay dan juga untuk menyalurkan hobi dari si Mbah Dalem yaitu memelihara ikan. Namun naas, saat bermain perahu anak tersebut tenggelam dan tewas.

Kejadian tragis membuat Mbah Dalem sedih sehingga kecewa atas pembuatan waduk yang berbahaya untuk anak-anak yang bermain untuk ke depannya. Mayat anaknya ditemukan di Desa Jagara di lokasi Munjul Bangke. Untuk mengenang kematian anaknya pangeran Gencay, sang Mbah Dalem Cageur memberi nama tempat lokasi tewas anaknya di beri nama Labuhan Bulan, karna kematian anaknya tepat pada saat bulan purnama.

Setelah beberapa tahun danau tersebut pada masa penjajahan Belanda, pihak Belanda membeli wilayah lokasi danau tersebut untuk dijadikan sebuah waduk. Namun saat itu masih berlangsungnya penjajahan atas Jepang, sehigga proyek pembuatan waduk tersebut ditunda untuk sementara. Dan di lanjutkan sampai selesai oleh Pemerintahan Soekarno pada tahun 1954 dan selesai pada peresmiannya pada tahun 1961.*