365
Saturday, 25 June 2022 23:04 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Tak Hanya Jago Bahasa Arab, Wisudawati STIQ Al-Multazam Ini Mampu Setor Hapalan 30 Juz Al Quran Sekali Duduk

Tak Hanya Jago Bahasa Arab, Wisudawati STIQ Al-Multazam Ini Mampu Setor Hapalan 30 Juz Al Quran Sekali Duduk

Sabtu (25/6) pagi, menjadi hari penting bagi 106 orang dari STIQ Al-Multazam, Kuningan. Pasalnya, hari itu, mereka secara resmi menyandang gelar Sarjana Agama (S.Ag.) plus sebagai hafiz 30 Juz Al Quran. Di antara seratusan orang yang diwisuda itu, ada salah satu nama yang diunggulkan sebagai wisudawati terbaik. Tak hanya karena ber-IPK tinggi (3,93), tetapi punya sederet prestasi hebat. 

Dialah Atsna Syarifatul Mahiroh, putri daerah “Kota Pecel” Madiun, Jawa Timur. Putri dari bapak Mochid dan ibu Binti Maskuroh ini menjadi salah satu dari 7 mahasantri STIQ Al-Multazam yang mampu setoran hapalan 30 Juz Al Quran dengan metode Tasmi’ bil Ghoib atau setoran hapalan Al Quran sekali duduk tanpa melihat mushaf. Tak hanya sebatas raihan itu, Atsna unggul karena dikenal jago berbahasa Arab. 

Atsna memang bukan mahasantri biasa. Tak hanya unggul di bidang akademik, Atsna juga punya sederet prestasi yang membanggakan. Di antaranya Juara 3 pidato Bahasa Arab Tingkat Mahasiswa Se-Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa Arab UNPAD (2019) dan Peringkat 4 pidato Bahasa Arab Tingkat Mahasiswa Se-Nasional yang diselenggarakan BEM KEMABA UPI (2018).

“Alhamdulillah, wa bii fadhlillah, saya bisa menuntaskan 30 Juz Al-Qur'an dalam waktu lima belas setengah bulan dengan segala dukungan dan doa dari orang tua, asatidz dan teman-teman. Menurut saya pribadi ada dua hal yang sangat berpengaruh untuk masa depan. Yaitu doa dan ridho orang tua serta doa dan ridho guru. Barang siapa yang ingin sukses, maka raihlah keduanya,” kata Atsna.

Diakui perempuan kelahiran Desember 1999 ini, awal menghafal Qur'an kerena ingin mendapat beasiswa kuliah ke luar negri. Wajar menurutnya, karena pada saat itu, ambisi ingin menjadi mahasiswa luar negeri masih menggebu-gebu. Namun, kata Atsna, seiring berjalannya waktu Ia tersadar bahwa upayanya untuk menghapal kalam Ilahi itu semata-mata harus diniatkan untuk murni kepentingan ibadah.

"Kita nggak punya apa-apa untuk kita persembahan ke orang tua kita kelak (di akhirat, red.). Namun, dengan menghapal Al Qur'an, semoga ini adalah wasilah kita untuk dapat mengangkat derajat orang tua kita kelak. Di dunia maupun di hadapan Allah SWT," pungkas Atsna. Sekretaris Kopertais Wilayah II Dr. H. Usep Rustandi, MA turut menghadiri gelaran tersebut lantas memberikan ungkapan selamat. (*)

STIQ Al Multazam

Komentar

Berita Terkait