9 Sep 2019 17.05.42 - Iwan

Sri Baduga, Taman Air Mancur Terbesar se-Asia Tenggara

Sri-Baduga-1

Air Mancur Sri Baduga ini sering disebut Taman Air Sri Baduga dan dikenal sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Jadi katanya lebih keren daripada Wings Of Time yang ada di Singapura. Wah keren ya? Air mancur ini juga tampilannya sangat mirip dengan air mancur yang ada di Danau Burj Khalifa, Dubai.

Memiliki sekitar 100 pipa yang berfungsi untuk memancarkan air hingga mencapai ketinggian 10 meter air mancur ini mengelilingi dan memenuhi area taman air yang luasnya mencapai 2 hektare. Di sekitar taman, ada banyak sekali kerlap-kerlip lampu dan juga paduan warna yang menarik.

Ditambah lagi ada musik yang akan membuat pertunjukan air mancur ini menjadi semakin spesial. Padahal, konon dulunya tempat ini merupakan kubangan yang merupakan tempat mandi Badak. Jadi, nggak usah heran kalau kalian ngelihat patung badak di pertigaan depan Taman Air Mancur Sri Baduga.

Sebelum menjadi Taman Sri Baduga, taman ini adalah danau yang cukup luas berbentuk bulat yang disebut Situ Buleud. Asal usul Situ Buleud berkaitan dengan peristiwa perpindahan ibukota Kabupaten Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih, tepatnya sejalan dengan pembangunan  infrastruktur kota Purwakarta pada tahap awal. Situ Buleud dibuat atas gagasan Bupati R.A. Suriawinata. Pembuatannya berlangsung antara tahun 1830-pertengahan tahun 1831.

Sri-Baduga-2

Situ Buleud dibuat dengan dua tujuan dan kegunaan. Pertama sebagai sumber air bagi kepentingan pemerintah dan masyarakat Kota Purwakarta. Air dari situ antara lain digunakan untuk keperluan ibadah dan kegiatan lain di Masjid Agung. Kedua sebagai tempat rekreasi. Untuk kepentingan kegunaan atau tujuan kedua, di tengah situ didirikan bangunan tradisional sejenis bangunan gazebo (bangunan tanpa dinding) sebagai tempat istirahat (pasanggrahan).

Kegunaan kedua, boleh jadi berkaitan erat dengan salah satu hak istimewa bupati, yaitu hak untuk menangkap ikan di sungai atau danau. Hak istimewa itu merupakan bagian dari gaya hidup bupati waktu itu. Dalam kenyataannya, yang megkap ikan bukan bupati, melainkan sejumlah rakyat. Dalam acara itu, bupati tinggal di pasanggrahan yang berada di tengah situ menyaksikan sejumlah rakyat menangkap ikan. Acara itu biasanya dimeriahkan oleh iringan gamelan.

Hampir bersamaan dengan kegiatan merenovasi pendopo tahun 1854, Situ Buleud pun diperbaiki dan diperluas. Hal itu menunjukan bahwa Situ Buleud memiliki arti penting bagi kehidupan di kota Purwakarta. Kota Purwakarta termasuk tempat yang bersuhu udara panas. Keberadaan volume air dalam jumlah banyak pada areal cukup luas, menyebabkan suhu udar di pusat kota menjadi tidak terlalu panas. Oleh karena itu, area Situ Buleud sangat memadai sebagai tempat rekreasi.

Sri-Baduga-3

Sekarang bangunan pasanggrahan di tengah situ sudah lenyap. Demikian pula acara menangkap ikan sudah tiada lagi. Namun demikian, sampai sekarang Situ Buled tetap menjadi Landmark Kota Purwakarta. Situ Buleud sudah dikenal luas oleh masyarakat Purwakarta.

Saat ini Situ Buleud menjadi Taman Air Mancur Sri Baduga yang terkenal dengan keindahan air mancurnya. Saat ini Taman Air Mancur Sri Baduga ini menjadi air mancur terbesar se-Asia Tenggara. Air mancur ini beroperasi setiap sabtu malam. Banyak pengunjung dari luar kota, bahkan turis mancanegara pun turut menyaksikan air mancur ini.

Untuk menuju lokasi ini, jika kamu berasal dari arah Jakarta bisa melewati Tol Jakarta-Cikampek lalu ke Tol Cipularang dan keluar di Tol Jatiluhur melalui Ciganea. Setelah keluar tol anda belok kiri di trafict light menuju ke Kota Purwakarta, terus lurus menuju Pasar Rebo dan di Pasar Rebo belok kiri langsung menuju Situ Buleud. Di sanalah letaknya air mancur ini. Situ Buleud terletak di antara Jalan Siliwangi dan Jalan K.K. Singawinata.*