1
Sunday, 17 March 2019 04:53 (1 tahun yang lalu)    Tulis Komentar

Menjernihkan Hati Di Balongdalem

Menjernihkan Hati Di Balongdalem

Kuningan – Jika bicara masalah keindahan alam Kuningan, pastilah tidak akan ada habis-habisnya. Dari mulai titik pusat kota, hingga menelusuri sudut-sudut pedesaan, diantara hamparan bukit di selatan dan timur, serta pemagar kokoh bagian barat, Ciremai anggun berdiri, sekaligus membersitkan sebuah kemegahan. Pesona kecantikan bumi Kajene seakan terbentang melebihi luas mata memandang, serta hampir seluruh ruang elok itu dipayungi kesejukan hawa yang menyajikan kenyamanan.

Dan salah satu dari sekian sudut indah ranah Kuningan itu terletak di penghujung Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana. Sebuah situ yang juga merupakan bagian dari 40 situ yang telah direvitalisasi oleh Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda menghampar jernih diantara rindangnya pepohonan tua dan Taman Makam Pahlawan “Samudra”, bernama Balongdalem.

Saat diri hadir memasuki area keasrian yang begitu terjaga, kesegaran udara dan pesona mayapadalah yang nampak menyapa sekaligus menghipnotis rasa. Karena, tak cuma di lingkungan situs keindahan itu tersaji, namun bentangan sawah sepanjang Babakanmulya dan Jalaksana seakan turut andil memberi ciri.

Berbagai sarana penghibur hatipun tersedia diatas lahan seluas 6 Ha tersebut, mulai dari tontonan penentram jiwa, gemulai ikan-ikan jinak merenangi kejernihan air situ dan berkumpul saat ada pengunjung yang memberinya makanan. Dimana kita bisa menikmati itu tak hanya harus berada di bibir situ, namun bisa sambil duduk santai di saung-saung bambu yang berdiri tak jauh dari situ dan sering dipergunakan oleh para pengunjung untuk berteduh sambil mencari kenikmatan dengan makan bersama nasi liwet yang diramu lauk pauk ala kampung, seperti sambal terasi, ikan asin dan sayur asam.

Biasanya hal itu mereka lakukan seusai berenang di wahana kolam renang, atau sambil menunggu anak-anak mereka yang dengan cerianya bercengkrama di taman bermain anak. Karena memang untuk sarana hiburan anak di Balongdalem menyediakan itu, ditambah mini outbond sebagai pelengkap fasilitas Camping Ground, sehingga anak-anak yang datang ke tempat ini dapat melatih ketangkasan dan berbagi keceriaan.

Disini juga memang cocok untuk kegiatan gathering point, karena tersedia Bumi Perkemahan (Buper) atau Camping Ground dengan daya tampung 500 sampai 750 orang. Juga yang luar biasa, tersedianya taman terapi batu reflexy atau pusat terapi reumatik, sehingga tak salah jika pengelola lokasi ini memberi nama Obyek Wisata Balong Dalem ‘Edfunture Camp & Natural Bio Therapy’.

Namun sepertinya tidak berlabihan, bila tempat inipun disebut dengan tempat wisata sejarah dan wisata budaya, karena konon tempat yang sering dipakai para photograper untuk dijadikan tempat hunting, juga pemotoan pre wedding karena kuat kesan alam-nya ini memiliki nama Balongdalem diambil dari bahasa Sunda yang artinya balong itu kolam, sedang dalem adalah sebutan untuk petinggi zaman dahulu, atau status sosial seseorang. Dimana menurut para ahli sejarah Kuningan, hal ini berhubungan dengan keberadaan Sultan Matangaji atau Buyut Bayu yang datang dari Kesultanan Cirebon untuk menyebarkan agama Islam di Kuningan. Dan di situs inilah Buyut Bayu tinggal hingga wafatnya, serta dimakamkan dekat lokasi balong.

Memang kalau ditelaah lebih dalam, situs Balongdalem merupakan areal yang di dalamnya terdapat mata air, dua monolit berdampingan dimana masyarakat setempat menamakannya batu kawin, hamparan tanah kosong yang disebut Karangmangu, sebuah kolam berukuran besar, serta tepat di sebelah utara-nya terdapat sebuah bangunan cungkup, yakni makam Buyut Bayu yang berorientasi utara selatan, ditandai adanya jirat dan dua nisan terbuat dari batu alam yang ditegakkan.

Selain itu, di tempat inilah secara berkala diadakan upacara adat “Kawin Cai”. Sebuah prosesi ritual mengawinkan atau menyatukan air dari mata air yang terdapat di Balongdalem dengan air yang didatangkan dari mata air Cibulan, Desa Manis Kidul. Dan budaya tradisional yang bertujuan agar kedua mata air tidak kering ini dipusatkan di Karangmangu, lokasi yang menurut cerita dahulunya merupakan tempat para ulama atau penyebar agama Islam dari berbagai tempat berkumpul.

Buper dan Situ Balongdalem memang obyek wisata yang pantas dikunjungi, sebab disamping kita akan mendapati kejernihan pikiran dan hati persembahan perpaduan antara pesona keindahan alam pegunungan dengan berlimpahnya air jernih yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Juga mudah dicapai, mengingat letaknya yang tak jauh dari pusat kota Kuningan, serta berada tepat di tepi jalan raya beraspal pada lintasan jalan Desa Babakanmulya dan Jalaksana.

balong dalem balong dalem wisata jernih menenangkan diri semedi kejernihan pikiran ngadem kuningan balongdalem objek wisata

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait