6 Agu 2019 19.47.46 - Iwan

Mengenal Syekh Datuk Kahfi, Penyebar Islam Pertama di Cirebon

Syekh-Datuk-Kahfi-1

Salah satu jejak berdirinya perjalanan Wali Songo ialah makam Syekh Datuk Kahfi. Letaknya di Pasambangan, kompleks Makam Gunung Sembung, Bukit Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Tepat berada di seberang jalan komplek pemakaman Sunan Gunung Djati.

Tidak sulit untuk mencapai lokasi pemakaman Syekh Datuk Kahfi. Dari Kota Cirebon, kamu tinggal pilih angkutan jenis elf jurusan Indramayu. Kamu juga bisa pilih angkutan kota jurusan Gunung Djati. Perjalanan dari kota hanya membutuhkan waktu sekira 10 menit dengan jarak 4 kilometer.

Memang tak begitu banyak yang mengenal nama Syekh Datuk Kahfi atau nama lainnya Syekh Nurjati, Syekh Datuk Kahfi, Syekh Idhofi Mahdi atau Syekh Nurul Jati.

Padahal, Syekh Datuk Kahfi sendiri adalah orang yang pertama kali menyebarkan Agama Islam di wilayah Cirebon. Ia juga adalah salah seorang guru dari Sunan Gunung Jati.

Islam sendiri mulai berkembang di Cirebon sejak kedatangannya di Tanah Cirebon, tepatnya di wilayah Giri Amparan Jati yang lebih pupuler dikenal dengan Gunung Jati.

Kala itu pada pertengahan abad ke 14 Syekh Dzatul Kahfi yang bertolak dari Baghdad, Iraq datang bersama rombongannya.

Konon, Syekh Dzatul Kahfi yang terlahir di Semenanjung, Malaka, itu memang diutus oleh Raja Baghdad, ayah dari Syarifah Halimah yang merupakan istrinya, untuk menyebarkan agama islam di tanah Jawa.  Sebelumnya ia memang menyiarkan Islam di Baghdad setelah menunaikan ibadah haji di Mekah.

Syekh-Datuk-Kahfi-2

Sesampainya di Gunung Jati, Syekh Dzatuk Kahfi kemudian menyiarkan Agama Islam dan membuat sebuah perguran (tempat belajar Islam).

Di perguruan tersebut ia memiliki tiga murid yang cukup populer dikenal masyarakat karena ketiganya adalah anak dari Prabu Siliwangi dan istrinya, Subang Larang sang penguasa Kerajaan Pajajaran. Padahal Prabu Siliwangi sendiri adalah orang penganut ajaran Hindu.

Ketiga anak Prabu Siliwangi itu yakni Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Sangkan Cirebon, Lara Santang atau Syarifah Muda'im dan Raja Sengara atau Kian Santang. Ada pula nama tersohor lainnya yang juga disebut-sebut merupakan murid Syekh Datuk Kahfi, di antaranya Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar.

Setelah memperdalam Islam, oleh Syekh Datuk Kahfi, Walangsungsang dan Lara Santang kemudian disuruh untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Sedangkan Kian Santang diutus untuk menyebarkan Islam ke wilayah Garut dan kemudian juga menunaikan ibadah haji ke Mekah.

Bahkan saat masa Kerajaan Pajajaran, justru banyak yang berguru kepada Beliau karena memang cara dakwah dan syiar islamnya sangat luwes dan menarik perhatian maka banyak yang memeluk Islam pada waktu itu tanpa paksaan.

Syekh Datuk Kahfi akhirnya wafat di Cirebon. Jasadnya kemudian di makamkan di Gunung Jati. Makam Syekh Datuk Kahfi juga berdekatan dengan Makam Sunan Gunung Jati. Lokasinya hanya terpisahkan dengan jalan raya. Yakni Jalan Raya Cirebon-Indramayu. Makam Sunan Gunung Jati lokasinya sebelah kiri dan ada di Gunung Sembung, sedangkan makam Syekh Datul Kahfi ada di sebelah kanan.*