1
Sunday, 17 March 2019 11:51 (1 tahun yang lalu)    Tulis Komentar

Makanan Khas Kuningan yang Hampir Punah

Makanan Khas Kuningan yang Hampir Punah

  1. Raragudig

    Raragudig

    Raragudig merupakan penganan mirip wajit ataupun dodol dengan tekstur yang kering. Teksturnya mirip dengan ladu. Terdapat kelapa di dalamnya serta gula merah. Rasanya manis dan dibungkus dengan kertas minyak. Raragudig merupakan makanan tradisional Kabupaten Kuningan yang kini bisa dikatakan sudah mulai sulit untuk didapatkan.

  2. Hades

    hades

    Makanan legit manis terbuat dari tepung beras, parutan kelapa, gula merah dan gula putih ini dahulu selalu muncul setiap ada hajatan, selamatan, lebaran, atau perayaan hari besar lainnya. Biasanya hades dimasukan dalam besek anyaman bambu beserta papais monyong/koci, awug dan makanan tradisional lainnya.

  3. Cuing

    es cuing

    Ciri khas tersendiri orang yang berjualan cuing dari dahulu, hingga sekarang (meski sekarang sudah agak jarang) adalah ibu-ibu dengan ceceting (wadah terbuat dari bambu) yang ditutupi nyiru multi fungsi, baik sebagai tempat meletakan mangkok, gula merah, juga santan. Sementara sang penjual membawa daganganya memakai cara disuhun (diletakan di atas kepala).

    Cuing sendiri terbuat dari daun cuing (jenis tanaman merambat) yang dikentalkan seperti jeli, kemudian saat dipasarkan cuing kental yang memiliki kandungan klorofil dan konon berkhasiat untuk pendingin lambung sebagai obat panas dalam tersebut diramu dengan campuran air gula merah dicampur air santan.

  4. Hampas Kecap

    hampas kecap

    Panganan tradisional ini berasal dari ampas pembuatan kecap yang berbahan dasar kacang kedelai, hampas kecap tersaji sebagai lauk makan. Dan rata-rata masyarakat Kuningan mengolahnya dengan cara ditumis, serta memakai racikan bumbu sederhana, seperti bawang merah dan putih, cabai hijau dan merah, tomat dan gula merah.

    Sangat sederhana, namun dalam hal cita rasa jangan tanya. Kelezatan makan dengan hampas kecap sangat luar biasa, apalagi bila tersaji bersama sambal dan ikan asin, berani jamin, jauh lebih nikmat bila dibandingkan dengan makanan siap saji produk impor.

  5. Putri Noong

    kue putri noong

    Entah bagaimana sejarahnya, sehingga orang tua dahulu memberi nama pada kue yang terbuat dari parutan singkong dan pisang nangka, serta dibaluri dengan parutan kelapa ini ‘putri noong’, mungkin karena ditengah kue itu terselip potongan pisang, sehingga mirip orang noong (mengintip). Namun apalah arti sebuah nama yang jelas kue ini memiliki cita rasa nan eksklusif.

  6. Papais

    papais

    Papais adalah makanan yang terbuat dari bahan baku beras ketan atau ketela pohon yang dibungkus daun pisang, serta memiliki beberapa nama tambahan, seperti papais enten (dikenal juga dengan nama papais bugis) ciri khasnya berisi adonan parutan kelapa dan gula aren, papais monyong berbentuk kerucut dengan isi enten kacang hijau, papais koci yang berwarna hijau memakai enten gula merah diracik dalam parutan kelapa, kemudian papais beureum, papais ini berwarna merah, namun tanpa isi dan papais yang terbuat dari ketela pohon beranama nagasari, meski tanpa rasa namun papais tersebut didalamnya berisi pisang.

Sebenarnya masih banyak lagi makan khas Kuningan lainya, namun mustahil dapat disajikan semua dalam kesempatan ini. Karena seperti halnya kekayaan obyek wisata alam, Kabupaten Kuningan-pun memiliki begitu banyak ragam makanan khas. Tentunya tidaklah salah bila kabupaten berhawa sejuk ini menjadi destinasi wisata. (Redaksi/dari berbagai sumber)

kuliner wisata kuliner kuningan kuliner kuningan Raragudig makanan Hades Cuing Hampas Kecap Putri Noong Papais makanan khas kuningan

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait