29 Agu 2019 14.37.59 - Iwan

Legenda Rawa Onom dan Pulo Majeti Kota Banjar

Pulo-Majeti

Salah satu legenda yang hingga saat ini masih kental di kalangan masyarakat Kota Banjar yakni Pulo Majeti. Pulo yang terletak di tengah Rawa Onom itu berada di Lingkungan Siluman Baru, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwahara, Kota Banjar. 

Menilik namanya, Pulo Majeti tentunya berada di tengah rawa. Jika melihat letak pulo yang tidak begitu luas, ia terlihat berada di tengah Rawa Onom. Konon di masa lalu dipercaya luasnya mencapai  947 hektare. Hanya saja saat ini Pulo Majeti sudah menyatu dengan lingkungan sekitarnya karena sudah tersambung dengan akses jalan.

Asal usul Wisata Alam Cagar Budaya Pulo Majeti Kota Banjar ini yakni dari berdirinya Kerajaan Onom yang masih ada kaitannya dengan Kerajaan Galuh yang pada waktu itu berkuasa hampir diseluruh tanah Pasundan. Prabu Selang Kuning Sulaeman Anom merupakan salah seorang penguasa di Kerajaan Onom serta sekaligus pendiri kerajaan tersebut. misteri pulau majeti, pesugihan pulau majeti, kramat pulo majeti.

Namun Kerajaan Onom ini dapat dikatakan sebagai kerajaan yang sangat misterius adanya, dikarenakan masih belum diketahui bagaimana hancur dan jayanya kerajaan tersebut, banyak dari cerita rakyat yang mengatakan bahwa Kerajaan Onom ini diyakini hilang begitu saja ke alam Ghoib (dimensi yang lain) dengan istilahnya yaitu “sileum”.

Maka pada masa-masa sekarang Kerajaan Onom ini sudah melegenda di masyarakat setempat bahwa di sana memiliki aura mistis yang sangat pekat sekali, sehingga tak jarang banyak sekali peziarah yang datang baik itu dari warga setempat maupun warga luar datang untuk meminta sesuatu yang bersifat keduniawian belaka.

Memasuki Pulo Majeti , dari pintu gerbang terdapat pohon yang posisinya miring sehingga kamu harus membungkuk melewati pohon tersebut, berjalan lebih dalam lagi, terdapat pohon berukuran besar. Di salah satu pohon yang berumur ratusan tahun itu, terdapat dua buah payung.

Tidak jauh dari tempat tersebut juga terdapat saung untuk berisitrahat. Terdapat karpet yang kondisinya sudah tidak bagus lagi. Memasuki lebih jauh lagi terdapat menara pemantau dari bambu yang kondisinya sudah rapuh.  Dari menara tersebut dapat melihat hamparan persawahan dan Rawa Onom.

Berdasar cerita yang berkembang, Pulo Majeti yang berada di Rawa Onom, merupakan kerajaan dengan rajanya yang bergelar Prabu Selang Kuning dengan permaisurinya bernama Ratu Gandawati Sanghiang Ingkan Garwa. Seperti kerajaan pada umumnya, mereka juga memiliki patih dan abdi dalem kepercayaan di antaranya Patih Kalintu, serta Mas Bugel, Ki Begedel, Mas Jemblung dan Ki Rimpung. Mereka membangun kerajaaan dengan damai.

Akan tetapi dalam perjalanan terdapat perselisihan dengan kerjaan lain, sehingga memilih tempat baru di Pulo Majeti. Di tempat tersebut mereka seolah hilang, muksa, ngahiang atau meleburkan diri menjadi mahluk halus. Sehingga kemudian muncul sebutan Onom, dan wilayah sekitar tempat juga mendapat julukan Siluman Baru.*