19 Mar 2019 13.25.34 - Adm

Harga Bawang di Tingkat Bandar Naik Capai 50%

Bawang

Pasundan.Id, CIMAHI- Harga sejumlah jenis bawang dari tingkat bandar mengalami kenaikan sejak sebulan terakhir. Tak tanggung-tanggung, rata-rata kenaikannya mencapai 50 persen.

Dampak kenaikan dari bandar itu dirasakan langsung oleh para pedagang pasar tradisional di Kota Cimahi. Salah satunya di Pasar Tradisional Cimindi, Jalan Mahar Martanegara.

Ketua Forum Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Cimindi, Asep Rohendi mengatakan, harga bawang merah yang biasanya didapat dari bandar dengan harga Rp 15 ribu/kilogram kini menjadi Rp 22 ribu/kilogram.

Begitu juga dengan bawang putih yang biasanya didapat dengan Rp 17 ribu/kilogram, sekarang jadi Rp 25 ribu/kilogram.

"Bawang bombay juga biasanya Rp 16 ribu/kilogram, sekarang Rp 23 ribu/kilogram. Jadi rata-rata naiknya 50 persen. Paling kerasa sejak sebulan lalu," Senin(16/3/19).

Menurutnya, naiknya harga beberapa jenis bawang itu dikarenakan stoknya berkurang, kemudian bisa juga disebabkan adanya permintaan dari importir atau dari bandar atau bisa juga karena ada permainan kartel.

"Itu untuk bawang putih sama bawang bombay, karena kan keduanya barang komoditi impor," jelasnya.

Lain lagi dengan bawang merah. Menurutnya, kenaikan harga bawang merah jika melihat dari kejadian sebelumnya itu dikarenakan stoknya yang terbatas. Sebab, saat ini belum masuk masa panen.

"Dan faktor cuaca juga cenderung berpengaruh," ucapnya.

Dikatakannya, dengan naiknya harga bawang dari tingkat bandar, otomatis berpengaruh juga terhadap harga di tingkat pengecer atau di pasar tradisional. Para pedagang pun terpkasa juga harus menaikan harga.

Sebab, harga rata-rata bawang merah di Pasar Tradisional per hari ini sudah menyentuh angka Rp 32 ribu/kilogram. Sedangkan untuk bawang putih sudah menyentuh angka Rp 30 ribu/kilogram.

Yanti (47), salah seorang pedagang komoditi sayuran menuturkan, dengan naiknya harga-harga di bawang di tingkat bandar itu terpaksa ia pun harus menaikan harga jual di pasar. Kondisi itu tentunya berpengaruh terhadap daya beli konsumen.

"Iya ke konsumen pasti berpengaruh. Kalau harga turun biasanya cenderung banyak yang beli, kalau naik ya sebaliknya," tandasnya. (P-02)