1,211
Sunday, 17 March 2019 10:32 (2 tahun yang lalu)    Tulis Komentar

H. Idik Sulaeman Nataatmadja, AT Putra Kuningan, Pencetus Paskibraka

H. Idik Sulaeman Nataatmadja, AT  Putra Kuningan, Pencetus Paskibraka

Idik Sulaeman NataatmadjaSepertinya semua sudah tahu apa itu Paskibraka dan seperti apa logo OSIS, namun belum tentu semua paham siapa tokoh pencetus dan pencipta logo tersebut. Bahkan Tidak akan menyangka, jika sang penggagas itu adalah putra Kuningan.

Tercatat sebuah nama yang mungkin tidak semua orang kenal pada orang di balik layar gempita-nya Paskibraka, serta jutaan murid SMP dan SMA yang menggenakan atribut OSIS di dadanya, dia adalah H. Idik Sulaeman Nataatmaja, AT.

Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat pada 20 Juli 1933 ini merupakan orang pertama yang mencetuskan Paskibraka, dibantu adiknya Didik Husein Mutahar yang aktif di kepanduan, kemudian menyempurnakan seluruh kelengkapan Paskibraka sebagai sebuah Korps, mulai dari sistem/metode pelatihan, silabus, atribut hingga kelengkapannya.

Idik menghabiskan masa kecil di ranah kelahirannya, Kabupaten Kuningan, kemudian menamatkan SMP di Purwakarta dan pindah lagi ke Jakarta saat masuk SMA. Didasari bakat seni yang telah melekat sejak kecil, setamat SMA Idik-pun memilih seni rupa sebagai pilihan profesinya, dengan menamatkan pendidikan sebagai sarjana seni rupa di Departemen Ilmu Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 9 April 1960.

Dan Idik Sulaeman memulai kariernya di Balai Penelitian Tekstil (1960-1964), pada 1 Februari 1965 dirinya diangkat menjadi Kepala Biro Menteri Perindustrian dan Kerajinan yang saat itu dijabat Mayjen TNI dr. Azis Saleh.

Dunia seni dan tekstil harus ditinggalkan, ketika Idik pindah kerja ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), sebagai Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan pada 1 Desember 1967. Saat inilah, ia banyak membantu Husein Mutahar dalam mewujudkan gagasannya membentuk Paskibraka.

Bersama dengan para pembina lainnya, Idik membantu Mutahar menyempurnakan konsep pembinaan Paskibraka. Pasukan yang pada tahun 1966 dan 1967 diberi nama Pasukan Pengerek Bendera Pusaka, pada tahun 1973 mendapat nama baru yang dilontarkan oleh Idik, nama itu adalah PASKIBRAKA, sebuah akronim dengan kepanjangan PASuKan PengIBar BendeRA PusaKA.

Selain memberi nama, Idik juga menyempurnakan wujud Paskibraka dengan menciptakan Seragam Paskibraka, Lambang Korps, Lambang Anggota, serta Tanda Pengukuhan berupa Lencana Merah-Putih Garuda (MPG) dan Kendit Kecakapan.

Pada 30 Juni 1975, ia diangkat menjadi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembinaan Kegiatan di Direktorat Pembinaan Generasi Muda (Ditbinmud). 9 Maret 1977, Idik mencapai posisi puncak di Ditbinmud, setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Generasi Muda, Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga (Ditjen PLSOR). Tiga tahun penuh ia benar-benar menjadi ”komandan” dalam latihan Paskibraka, yakni Paskibraka 1977, 1978 dan 1979.

Pada 24 November 1979, Idik ditarik ke Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Dikdasmen, serta menjabat Direktur Pembinaan Kesiswaan sampai 15 November 1983. Selama empat tahun itu, dengan latar belakang pendidikan seni rupa dan pengalaman kerja di bidang tekstil, Idik mencatat sejarah dalam penciptaan seragam sekolah yang kita kenal sampai sekarang: SD putih-merah, SMP putih-biru dan SMA putih-abu-abu, lengkap dengan lambang sekolah dasar (SD) dan OSIS yang kini selalu melekat di saku kiri seragam sekolah.

Idik menikah dengan Aisah Martalogawa pada 29 Oktober 1961, Idik dikaruniai tiga anak, yakni Ir. Ars Isandra Matin Ahmad (yang beristrikan Ir.ars Retno Audite), Isantia Dita Asiah (yang bersuamikan Drs. Mohammad Imam Hidayat) dan Dra Isanilda Dea Latifah yang bersuamikan Ari Reza Iskandar. Dari ketiganya, Idik memiliki enam orang cucu, masing-masing 3 cucu laki-laki dan 3 cucu perempuan.

Sang Penggagas Paskibraka, pencetus ide seragam SD, SMP, SMA dan pencipta logo OSIS yang memperoleh penghargaan Wibawa Seroja Nusantara, Bintang Jasa Pratama Karya Satya XXX kelahiran Kuningan tersebut akhirnya wafat pada tanggal 4 April 2013, namun karyanya tetap dikenang dan terpakai hingga saat ini.

Idik Sulaeman Nataatmadja Putra Kuningan Pencetus Paskibraka Didik Husein Mutahar Wibawa Seroja Nusantara

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait