1,527
Sunday, 17 March 2019 12:04 (3 tahun yang lalu)    Tulis Komentar

Bubur Lemu Bubur Warisan Yang Keberadaannya Belum Tergantikan

Bubur Lemu Bubur Warisan Yang Keberadaannya Belum Tergantikan

Kuningan – Bubur lemu bisa dikatakan merupakan makanan khas turun temurun yang ada setiap kali bulan Ramadan tiba, dan hampir merata dari sisi bumi Kuningan selatan hingga utara, bahkan meski jaman telah berkembang, dan olahan makanan semakin banyak berpariasi, tetapi keberadaan sajian berbahan dasar tepung beras diramu dengan santan, gula merah dan daun pandan ini seakan tidak tergeserkan.

Titi Rumsiti, 39, warga Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus menyebutkan, sejak dirinya kecil hingga sekarang sajian dengan aroma khas wangi pandan itu seakan tidak pernah hilang, selalu hadir tiap bulan Ramadan tiba, sebagai hidangan berbuka puasa, dengan rasa manis, serta langsung mengenyangkan.

"Di daerah kami, khususnya di daerah Kuningan utara ada sajian khas yang bertahan sejak jaman dahulu kala sebagai hidangan saat berbuka puasa, diantaranya kolak ubi, atau masyarakat Kuningan menyebutnya dengan kolak boled, serta bubur lemu," ujar Titi.

Selain memiliki cita rasa yang lezat, mengenyangkan, kata Titi, kedua makanan tesebut sangat mudah dalam pengolahannya, "Apalagi bubur lemu, karena terbuat dari tepung beras, sehingga jika kita sudah menyantapnya, seakan tidak perlu lagi mencari makanan tambahan lainya dalam berbuka," katanya.

Jika dilihat dari manfaatnya sendiri, menurut Titi, seperti pada umumnya nasi, merupkana sumber energi yang hebat, karena banyak mengandung karbohidrat yang bertingak sebagai bahan bakar bagi tubuh, serta membantu fungsi normal otak.

"Disamping itu, makanan ini kaya akan vitamin dan mineral, seperti niacin, vitamin D, kalsium, serat, zat besi, thiamine, juga riboflavin. Dan sangat baik untuk menjadi salah satu bagian dari diet yang seimbang, karena bebas kolesterol, atau lemak berbahaya, serta kandungan manfaat lainya, yang baik sebagai makanan bagi mereka yang tengah melaksanakan ibadah puasa," terangnya.

Belum lagi tambahan manfaat yang terkandung dari bahan tambahan, seperti dari gula aren yang dipakai sebagai bahan pemanis alami, santan kelapa, juga daun pandan, "Yang kesemuanya itu merupakan bahan alami bermanfaat bagi kesehatan tubuh, dan tidak terkontaminasi dengan bahan kimia, seperti pengawet, pewarna, atau zat berbahaya lainnya," tutur Titi.

Resep Bubur Lemu

Bahan-bahan :

  • 250 gram tepung beras
  • 1 sendok daun pandan peras
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh pasta pandan
  • 2,5 liter santan (dari 1 butir kelapa)

Bahan saus/kuah gula :

  • 250 gram gula merah
  • 100 mili gram gula putih
  • 400 ml air

Bahan saus/kuah santan:

  • 500 ml santan kental
  • ½ sendok teh garam

Cara membuat

Larutkan tepung dengan santan, aduk hingga merata, tambahkan garam, daun pandan, pasta pandan, kemudian dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga bubur mengental dan matang.

Kuah : bahan saus semua dicampurkan dan dimasak hingga mendidih, dan larutan gula terus diaduk hingga merata.

bubur lemu bubur lemu kuningan warisan resep masakan resep cara membuat bubur lemu

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait