9 Apr 2019 09.03.54 - el

Berkontribusi terhadap lingkungan desa dengan Trash Challenge

Berkontribusi terhadap lingkungan desa dengan Trash Challenge

(Foto : dok. Astri Fitria Nur’ani)

Sosial media beberapa tahun ini diramaikan dengan berbagai jenis tantangan atau challenge seperti Kiki Challenge, Falling Stars Challenge, Ice Bucket, Momo Challenge, 10 Years Challenge dan masih banyak challenge lainnya, yang terkadang menua kontra karena cenderung kurang bermakna dan membahayakan keselamatan. Namun belakang ini media sosial tengah di viralkan dengan Trash Challenge atau Trashtag yaitu tantangan mengumpulkan sampah – sampah kecil dilingkungan sekitar. Trash Challenge mengajak masyarakat untuk melindungi bumi dengan cara membasmi sampah – sampah kecil yang mulai menguasai bumi. Tantangan ini dapat dilakukan dimanapun misalnya di lingkungan rumah, tepi jalan raya, fasilitas umum, sungai, pantai sampai ke hutan. Tantangan yang patut ditiru ini viral setelah seorang pengguna Facebook mengunggah dua foto sebelum dan sesudah membersihkan sampah.

Tantangan ini sudah dilakukan banyak orang dari berbagai negara termasuk Indonesia dan diupload diberbagai sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya. Astri Fitria Nur’ani salah satu pemudi di Kabupaten Cirebon tepatnya di Blok Sumur Guling RT. 17 RW. 04 desa Gombang kecamatan Plumbon, dari pintu ke pintu mengajak warga sekitar melakukan trash challenge pada hari minggu (07/04) dengan perlengkapan yang harus dibawa seperti parang/ golok/ sapu lidi, trash bag/ plastik berukuran besar, dan minum. “Selama ini saya merasa berkontribusi pada desa lain tapi belum bisa berkontribusi untuk desa saya sendiri, tempat tinggal saya dari kecil, saya terfikirkan dari hal kecil dulu seperti sampah, akhirnya saya melakukan tantangan trash challenge dengan meminta izin RT setempat dan mengajak warga sekitar” ujar Astri panggilan sapaannya, rencananya trash challenge ini juga akan diadakan secara berkala “karena tidak bisa dilakukan sekali saja, trash challenge akan diadakan secara berkala, menyadarkan warga sekitar untuk tidak membuang sampah sembarang atau menjadikan tanah kosong sebagai bank sampah, rencanya juga akan membuat tempat sampah daur ulang dari botol – botol bekas dan trash bag” lanjutnya sambil memperlihatkan foto – foto dari tempat sampah daur ulang tersebut pada pasundan.id (07/04).

Selain trash challenge Astri juga akan mengusung tema go green pada TPS (Tempat Pemungutan Suara) di RT nya, “Karena tidak memungkinkan mengumpulkan warga untuk mensosialisasikan kebersihan, mumpung mau pemilu jadi nanti di TPS juga akan memakai tema go green, hiasannya dibuat dari bahan – bahan yang tidak terpakai, dan setelahnya dibagikan biji – bijian sayur kangkung yang akan di tanam di setiap rumah warga, jadi mengajak masyarakat tapi dengan cara tidak memaksa tapi mencontohkan” ujarnya lagi.

Sampah adalah hal kecil yang membuat masalah besar, karena semakin menumpuknya sampah akan semakin banyak dampak buruk yang ditimbulkan, seperti polusi udara dari bau sampah, merusak keindahan lingkungan, pencemaran air akibat membuang sampah disungai dan laut, menyebabkan berbagai penyakit seperti tifus, disentri dan diare, lebih fatal lagi ketika menyebabkan bencana alam seperi banjir dan longsor. Ada berbagai cara untuk menangani sampah dengan pengelolaan sampah 3R, yaitu:

  • Reuse : menggunakan kembali sampah atau bahan – bahan yang tidak terpakai baik digunakan untuk fungsi yang sama atau fungsi yang baru.
  • Reduce : merupakan upaya untuk mengurangi timbunan – timbunan sampah dilingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan.
  • Recycle : merupakan metode mendaur ulang sampah atau bahan – bahan yang tidak terpakai menjadi suatu hal baru yang dapat bermanfaat.

Trash Challenge ini salah satu cara dari pengelolaan sampah 3R tersebut, tantangan kekinian yang mengajak masyarakat sekitar untuk menjadi pahlawan pelindung bumi yang bergerak bersama membersihkan lingkungan untuk bumi yang lebih baik, yang memberikan manfaat untuk orang lain terutama untuk lingkungan sekitar. Ayo siapa lagi yang ingin mengikuti Trash Challenge?